Wednesday, August 29, 2018

Sexual Harassement?

Belakangan ini lagi rame banget orang-orang ngomongin soal sexual harassement atau pelecehan seksual. Apalagi semenjak ada kasus artis Via Vallen yang pernah dapet pesan pelecehan seksual lewat direct messenger di akun instagramnya sampai atlit bulu tangkis Jonathan Christie yang mendapatkan komentar-komentar berbau pelecehan sexual.

Sebelum jauh, kita perlu tau dulu nih apa sih sexual harassement/pelecehan seksual itu? 

Berdasarkan salah satu penelitian berjudul "HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN PELECEHAN SEKSUAL PADA REMAJA DI UNIT KEGIATAN MAHASISWA OLAHRAGA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO" oleh Susi Wuji Utami. Dalam penelitian itu dia menjelaskan bahwa pelecehan seksual adalah perilaku atau tindakan yang mengganggu, menjengkelkan dan tidak diundang yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain dalam bentuk perilaku yang berkonotasi seksual yang dilakukan secara sepihak dan tidak dikehendaki oleh korbannya. Dalam penelitian itu (Utami, 2016) juga menjelaskan bentuk-bentuk dari pelecehan seksual itu sendiri yaitu terdapat pelecehan fisik, verbal/lisan, non-verbal/isyarat, visual dan pelecehan psikologis/emosional.

-pelecehan fisik itu berupa sentuhan yang tidak diinginkan yang mengarah ke perbuatan seksual seperti mencium, menepuk, memeluk, mencubit, mengelus, memijat tengkuk, menempelkan tubuh atau sentuhan fisik lainnya.
- Pelecehan secara verbal/lisan dapat berupa ucapan verbal/komentar yang tidak diinginkan tentang kehidupan pribadi, bagian tubuh atau penampilan seseorang termasuk lelucon dan komentar bermuatan seksual
- Pelecehan non-verbal/isyarat yaitu bahasa tubuh dan atau gerakan tubuh bernada seksual, kerlingan yang dilakukan berulang-ulang, menatap tubuh penuh nafsu, isyarat dengan jari tangan, menjilat bibir atau lainnya.
- Pelecehan visual yaitu memperlihatkan materi pornografi berupa foto, poster, gambar kartun, screensaver atau pelecehan melalui e-mail, SMS dan media lainnya.
- Pelecehan psikologis/emosional yaitu permintaan-permintaan dan ajakan-ajakan yang terus menerus dan tidak diinginkan, ajakan kencan yang tidak diharapkan, penghinaan atau celaan yang bersifat seksual.

Dari penjelasan diatas saya dapat menyimpulkan bahwa pelecehan seksual adalah suatu tindakan, perbuatan yang mengarah ke seksual yang tidak diinginkan oleh korban. 

Mungkin kamu juga tau kasusnya Via Vallen yang merasa dilecehkan secara verbal karna mendapatkan pesan berbau pelecehan seksual di akun instagramnya. Kemudian Via Vallen menyebarkan screenshoot percakapan antara dia dan pelaku. Tapii banyak sekali komentar yang justru baik dan buruk. Beberapa ada yang mensupport apa yang dilakukan Via Vallen yaitu membernarkan aksinya untuk speak up mengenai sexual harassement/pelecehan seksual. Ada juga yang menganggap bahwa aksi speak up Via Vallen ini berlebihan, lebay, drama, cari perhatian.
sumber : (Jawa Pos, 2018)
Saya setuju dan mendukung aksi Via Vallen. Saya setuju karna dia berani mengatakan bahwa itu adalah hal yang salah, saya setuju karna dia berani mencoba memberi tahu ke orang-orang bahwa pesan-pesan seperti itu adalah pelecehan seksual. Saya setuju karna dia memilih untuk speak up daripada diam saja.

Beberapa hari ini juga rame banget soal natizen yang berkomentar mengenai aksi Jojo (Jonathan Christie) pada pesta olah raga Asian Games 2018. Waktu itu Jojo memenangkan pertandingan dan masuk ke final, mungkin karna saking senengnnya (atau gerah) dia buka bajunya kemudian dilempar ke penonton. Jojo juga melakukan hal yang sama waktu memenangkan Emas di pertandingan badminton men's single Asian Games 2018. Kalo dari pemikiran saya ya, mungkin dia seneng saking senengnya sampe lepas baju dan ngelempar bajunya ke penonton. Kalo dari pemikiran saya juga dia itu gerah pake banget wkwkwk kan doi main badminton tuh keringetan apalagi sampe 3 game. Bajunya emang basah, mungkin doi gak nyaman makanya dilepas. Habis itu dia pakai baju lagi kok. Beda baju. Jadi itu kenapa saya mikir dia gerah. Terus nih soal bajunya yang dilempar ke penonton saya mikirnya "waduh, kok penonton rebutan ya? gak bau apa bajunya?" wkwkw maaf oot.

Btw semenjak itu ada nih komen-komen natizen soal aksi Jojo. Komen-komen dari perempuan-perempuan yang menurut saya berbabu seksual.
Sumber : (Rubertus Cahyo Argo's Facebook)
sumber : (@Iittlepooh's twitter)

sumber : (@Iittlepooh's twitter)

sumber : (giphy)
Dari facebok lah pertama kali saya tau berita tentang 'pelecehan seksual' terhadap Jojo yang dimana dia seorang laki-laki. Kemudian makin lama-makin banyak nih yg nggak bener. Karna setelah itu menimbulkan banyak sekali komentar kalo 'cewek tuh gembor-gembor bilang gak boleh catcalling, stop sexual harassement tapi komennya gitu ke cowok-cowok'. Saya penasaran sama respon dari orang-orang ketika perempuan yang melakukan komentar seperti itu. Akhirnya saya baca-baca tuh kolom komentarnya. Lalu saya nemu komentar dari salah satu natizen perempuan seperti ini : 
btw ini yg komen perempuan
sumber ; (giphy)
WHAAATTTTTTT?????
Perlu diingat yaaaa natizen yang budiman, kali aja kita ada yang nggak menyadari nih bahwaaaa artis, aktor, penyanyi, dokter, guru, influencer apapun itu mereka adalah manusia. Inget ya m a n u s i a. Sama ky kita manusia biasa, jadi perlakukan mereka juga ky manusia. Saya nggak nemu tuh alasan yang membuat mereka boleh dijadikan cekiber cokiber terus boleh dikasih komentar berbau seksual, boleh dikritik segala hal, boleh dibully. NO! siapa kita sih punya hak demikian? lagian dimana rasa kemanusiaan kita, sampai kita lupa bahwa mereka juga manusia. Mereka punya hati, punya pikiran. Coba pikirin perasaannya kalo dikatain ky gitu, coba pikirin lagi apa dampaknya kalo kita mengatakan itu. Coba diperbaiki cara berpikir ktia dulu #2019gantipolapikir. 
sumber : (giphy)
Nah yang bikin gemes lagi adalah komentar-komentar macam "orang cuma bercandaan", "cuma halu" pake "whats wrong with indon people nowadays.." lagi wkwkwkw. Mungkin orang ini ngerasa nggak ada yang aneh dari komentar perempuan-perempan tadi. Tapi buat saya ya komentar begitu itu memalukan. Terlepas dari itu membuat risih si Jojonya atau enggak tapi komentar berbau seksual ky gitu itu menurut saya nggak pantas. Sebagai sesama perempuan, saya malu kalo ada perempuan yang komentar di sosial media ky gitu. Malu ky kenapa sih kita harus komentar ky gitu, jadi keliatan ky perempuan 'nakal'. Boleh lah kita berhalusinasi, tapi menurut saya mengutarakan komentar semacam itu ke publik atau ke sosial media adalah hal yang salah, tidak sopan. Ibaratnya tuh ky gini, ada guru yang ngajarin murid-muridnya buat nggak berkomentar jahat, eh tapi anaknya sendiri yang malah berkomentar jahat. Kita lupa megajari sesama, kita lupa mengajari diri sendiri. Malu juga sama mereka-mereka yang udah bersemangat, meluangkan waktunya buat ngasih tau ke orang-orang buat nggak melakukan sexual harassement, cat calling, body shaming tapi seolah olah kita sebagai perempuan lupa akan kewajiban kita untuk menghargai laki-laki juga.

Mengagumi bentuk badan orang lain itu lumrah. Kita sama-sama bisa mengagumi bentuk tubuh lawan jenis. Tapi berkomentar semacam "sexy...", "nggak sekalian celananya?" itu pilihan. Ada yg disimpan dalam hati, karna mungkin ia paham kalo hal itu bisa menyakiti. Ada pula yg memilih dikatakan. Segala sesuatu itu ada kosekuensi nya. Termasuk saat kita memilih mengatakannya, ada yg mungkin tersskiti, ada yg tidak menerima jokes km, ada yg mengira km sedang melakukan sexual harassement. Maka dari itu hargailah sesama, jaga lisan. "orang Jojonya nya biasa aja". Nggak cuma berlaku ke jojo, tapi semua. Agar berhati hati mengucapkan sesuatu.

Terlepas dari itu adalah sebuah pelecehan seksual atau bercandaan atau cuma 'kehaluan' perempuan, atau apapun yg km pikirkan, saya rasa nggak pantes buat kita mengatakan/berkomentar ky gitu di media sosial. Sama halnya ky laki-laki yang komen ky gitu ke perempuan, nggak pantas. Better to keep it for yourself, don't say it out loud. It's ok kalo km pikir doang, tapi apa sih manfaatnya ketika km utarakan?

Berhenti gitu membiasakan sesuatu yang tidak baik. Komentar berbau seksual, komentar menjatuhkan, komentar mengadu domba itu nggak baik. Berhenti berpikiran kalo "halah biasa cowok", "halah biasa orang halu", "cuma bercandaan yaelah". Kalo apa-apa kita sepelein ntar jadinya ky gini, makin banyak komen-komen nggak sopan macam tadi. Berhenti juga menganggap orang-orang seperti kita boleh menjadikan artis aktor cekiber cokiber, boleh mengkritik dari A-Z soal kehidupan mereka, boleh ngebully mereka kalo mereka melakukan kesalahan, cuma karna mereka artis/aktor. Stop membiasakan hal yang nggak baik. #2019gantipolapikir
sumber : (giphy)
Lalu gimana caranya buat mengespresikan kesukaan kita? Ada beberapa hal yang lebih baik kita simpan daripada kita utarakan. Ya kalo kamu kagum sih boleh, komentar soal prestasinya yang mengharumkan nama bangsa sih boleh. Tapi kalo km komen soal badan dia gini gini itu sih better to keep it by yourself. Walaupun maksud hati km adalah memuji tentang kemolekan tubuhnya. That's rude. Kebetulan ini terjadi ke Jojo, yg dia diem aja atau mengagap hal ini biasa? Kalo ke cewek, dikomen kemolekan tubuhnya, serasa dilecehkan. Bagaimana teori ini bisa ada? Kita kurang sadar bahwa laki laki juga juga tidak boleh dilecehkan. Menjadi perempuan tidak menjadikan kita boleh melakukan hal itu. Bagimana cara mengingatkan seseorang kalo mereka salah? Boleh, gunakan bahasa yg baik, tapi liat-liat juga apa yang mau kita kritik, privasi atau bukan. waduh oot lagi

Balik lagi soal sexual harassement. Emang sih banyak banget ky poster-poster tentang "Stop pelecehan seksual", "hentikan cat calling" yang mendeskripsikan perempuan sebagai korban dan laki-laki sebagai pelaku. Tapi perlu kita tau juga bahwa pelecehan seksual itu nggak cuma dihadapi oleh perempuan aja tapi juga laki-laki. Intinya adalah hargai lah sesama. Jangan mentang-mentang kita perempuan lalu kita boleh komentar ky gitu ke laki-laki, dan jangan mentang-mentang kita laki-laki lalu pelecehan seksual dan cat calling adalah hal yang biasa. Dan jangan mentang-mentang kita orang biasa lalu berhak melakukan itu ke artis/aktor. Yuk belajar saling menghormati sesama. 
Sebagai sesama perempuan saya mau ngingetin ke perempuan-perempuan yang kali aja baca blog saya. Kalo kita mau dihargai sama orang, yuklah hargai orang lain. Kamu nggak suka kan kalo tubuhmu dikomentarin cowok-cowok, kamu risihkan kalo mereka ngeliatin badanmu, komentar soal badanmu. Risih tidak? Sama saya juga risih. Maka dari itu hargai juga laki-laki, kita nggak seharusnya ngomentari badan dia, lekuk tubuhnya, apalagi sampai menggunakan kata-kata berbau seksual. Walaupun niatnya adalah memuji tubuhnya indah. Selain diimbangi dengan menjaga diri kita juga butuh menghargai sesama.

Untuk laki-laki yang kali aja baca blog saya juga, saya mau bilang bahwa hormatilah kami sebagai perempuan. Saya tau kok pasti banyak juga laki-laki diluar sana yang menghormati perempuan seperti halnya mereka menghormati seorang ibu, adik/kakak perempuan atau saudara perempuannya. Saya yakin diluar sana banyak juga laki-laki yang ikut memberikan pengertian ke orang-orang bahwa perempuan bukanlah objek dan seksual harassement, cat calling bukanlah hal yang biasa.

Dari tulisan saya yang cukup panjang ini harapannya kita lebih peduli lagi terutama sesama manusia,  lebih menghormati, lebih menghargai sesama manusia baik dia perempuan, maupun laki-laki, baik dia artis/aktor maupun kaum biasa. Juga jaga lisan kita, berpikirlah 2x sebelum memutuskan untuk berkomentar. Apakah itu baik? Apakah pantas? apakah penting? apakah menyakiti? things like that. Kalo ada yang masih ngotot "cuma bercandaan", sini deh ku kasih tau. Bercanda itu bisa dari berbagai topik, nggak harus menggunakan badan orang, nggak harus menggunakan kata-kata yang berbau seksual. Nah merembet lagi jadinya ke belajar etika berkomentar. Yaudah deh gitu pokoknya intinya, saling menghormati jangan lupa :)
sumber : (giphy)
See you on the next post!
❤ Ida Yusnilawati
Dream big! xoxo

No comments:

Post a Comment

your comment feed my blog <3